Virus MERS Menyebar, TKI Masih Bebas Bepergian Ke Korea

Virus MERS Menyebar, TKI Masih Bebas Bepergian Ke Korea - Virus Middle East Respiratory Syndrome (MERS) Yang mematikan itu masih belum menjadi sorotan bagi pemerintah karena sampai saat ini masih banyak TKI yang bebas bepergian ke negeri ginseng tersebut.Virus yang telah menelan lebih dari 400 jiwa itu kini tengah menyerang negara korea yang sekarang ini sudah menjadi negara kedua dengan kasus MERS terbanyak setelah Arab. dan hingga saat ini korea selatan masih diliputi suasana yang sedang tidak stabil. untuk mengantisipasi penyebaran virus sedikitnya seribu sekolah di liburkan dan ribuan warga dikarantina pemerintah setempat.

wabah virus MERS menyebar

Virus MERS adalah virus  koronavirus berupa sindrom pernapasan akut parah atau SARS dan dapat cepat menular antar manusia melalui kontak jarak dekat. Ciri-cirinya meliputi gejala kesulitan pernapasan akut, yang disertai dengan demam, batuk, lemas, tak bernapas lancar.

“Belum ada pelarangan berpergian bagi TKI ke Korea Selatan, pemerintah pusat juga belum ada instruksi khusus soal itu,” ujar Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Gunungkidul Dwi Warna Widinugraha kepada Tempo Senin 8 Juni 2015.


Pemerintah Kabupaten Gunungkidul pun belum memiliki rencana menggelar pemeriksaan bagi para TKI asal Korea yang kedapatan pulang kampung. “Nanti kami koordinasikan dengan Dinas Kesehatan jika diperlukan guna antisipasi,” ujar Dwi.

Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Gunungkidul dr. Sumitro menuturkan, para TKI asal Korea Selatan seharusnya memang diawasi ketat saat pulang ke kampung halamannya.

“Minimal pengawasan pada TKI asal Korsel ini selama 24 hari pertama sesuai masa inkubasi virus itu, kalau tak yakin ya dua kali 24 hari,” ujar Sumitro.

Pihak Dinas Kesehatan pun tak mau gejala penyebaran virus MERS di Korea ini membuat panic masyarakat. Namun pihak Dinas Kesehatan tetap menginstruksikan seluruh puskesmas aktif mencari informasi para warga yang kerabat atau keluarganya menjadi TKI di Korea. “Apalagi saat mereka pulang, karena ini mendekati Lebaran,” ujarnya.

Kepala Bidang Promosi Pariwisata Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Yetti Martanti menuturkan terkait dengan berkembangnya kasus MERS di Kores Selatan itu pihaknya belum bisa berkomentar terkait langkah antisipasi ataupun dampak kunjungan ke Yogyakarta. "Meskipun wisatawan Korea tak masuk lima besar terbanyak, namun kunjungan sejauh ini masih cukup bagus," ujar Yetti.

Yetti meyakini otoritas Korea pun bakal mengantisipasi jika ada warganya yang suspect itu hendak berpergian. "Para turis juga bakal tahu dan mempersiapkan dirinya sendiri," ujar Yetti.

Kepala Seksi Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta Margiyati menuturkan di lingkup pemerintah Kota Yogyakarta juga belum berencana mengeluarkan instruksi larangan atau antisipasi khusus terkait wabah MERS. “Sampai saat ini belum ada tanda-tanda pelarangan berpergian ke Korea,” ujar Margiyati.



sumber :
http://dunia.tempo.co/read/news/2015/06/09/118673257/Wabah-MERS-TKI-Tak-Dilarang-ke-Korea-Selatan

Selanjutnya
« Prev Post
Sebelumnya
Next Post »