Cara Mengoptimalkan Pendidikan untuk Anak Inklusi ABK

Cara Mengoptimalkan pendidikan untuk anak inklusi - Anak inklusi atau Anak berkebutuhan khusus atau juga sering di sebut dengan ABK adalah adalah anak dengan karakteristik khusus yang berbeda dengan anak pada umumnya tanpa selalu menunjukan pada ketidakmampuan mental, emosi atau fisik. Yang termasuk kedalam ABK antara lain: tunanetra, tunarungu, tunagrahita, tunadaksa, tunalaras, kesulitan belajar, gangguan prilaku, anak berbakat, anak dengan gangguan kesehatan . mereka sangat memerlukan perhatian dan pendidikan yang sama seperti anak anak yang lain Abdul rozak sebagai seorang kepala sekolah SDN di jepara yang di sekolahnya juga menangani anak berkebutuhan khusus mengungkapkan adanya beberapa hambatan yang dihadapi dalam pendidikan anak berkebutuhan khusus atau inklusi antara lain anak yang tidak seimbang belum adanya tenaga pendidik khusus untuk anak berkebutuhan khusus belum adanya sarana prasarana yang memadai untuk abk atau anak berkebutuhan khusus.

 Cara Mengoptimalkan Pendidikan untuk Anak Inklusi ABK

Mengoptimalkan pendidikan untuk anak inklusi ABK di butuhkah Guru Khusus

Abdul Rozak Kepala SDN 3 Kriyan Kalinyamatan Jepara yang juga mengelola sekolah untuk anak berkebutuhan khusus mengungkapkan perlunya kesabaran dan keahlian khusus bagi guru guru yang menangani anak anak berkebutuhan khusus saat ini abdul rozak dan muhammad mujiono kepala SDN kriyan memanggil seorang guru terapis untuk menangani anak anak asuhannya seminggu sekali dan setiap harinya ditangani oleh guru yang telah mengikuti diklat khusus keduanya mengusulkan perlunya pengangkatan guru guru atau tenaga pendidik khusus oleh karena dalam proses pembelajaran mereka menyatu dengan anak anak normal yang lain maka dalam satu kelas perlu ada dua guru dalam satu kelas agar masing masing dapat menangani siswa dengan karakter dan kemampuan yang berbeda yang menyambut baik adanya program pemerintah untuk menyekolahkan guru yang mengajar di sekolah inklusi selama 2 semester.

Anak Inklusi membutuhkan Beasiswa

Dalam upaya memberikan pelayanan pendidikan lebih optimal kepada anak anak inklusi abdul rozak dan muhammad mujiono keduanya berhasil mengikuti sosialisasi penggunaan bantuan beasiswa bagi anak SD dan SMP tahun 2014 di semarang tanggal 15 16 september 2014 diberikan sebesar Rp. 1.500.000 per siswa per tahun tetapi tidak semua siswa mendapatkan dirinya yang mengajukan untuk 23 anak ternyata hanya diberikan untuk 13. perihal BOP ada yang mendapatkan 20 juta 30 juta dan bahkan 400 juta tetapi tidak semua sekolah mendapatkannya. Mujiono yang juga mengikuti kegiatan tersebut mengaku tidak mendapatkan bantuan tersebut

Selanjutnya
« Prev Post
Sebelumnya
Next Post »